
Masa balita merupakan masa terjadi perkembangan yang sangat pesat, salah satunya yaitu perkembangan motorik. Perkembangan ini apabila tidak berjalan dengan optimal akan menimbulkan gangguan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak pada usia berikutnya. Untuk itu, perlu diketahui faktor yang berhubungan dengan perkembangan motorik pada balita di wilayah kerja Puskesmas Belimbing, Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Belimbing Kota Padang dengan jumlah sampel sebanyak 78 balita yang diambil dengan Teknik simple random sampling. Data yang dikumpulkan melalui pengukuran tinggi/panjang badan, berat badan, dan wawancara menggunakan kuesioner yang sudah diperiksa validitas dan reabilitasnya. Setelah data terkumpul data dianalisis univariat, bivariat dan multivariat dengan SPSS. Dari penelitian diperoleh data perkembangan motorik kasar (15%) dan halus balita usia 6-36 bulan (19%) kategori suspek. Hasil analisis bivariat diketahui asupan zat besi, status gizi balita berdasarkan indeks BB/TB dan TB/U serta stimulus berhubungan dengan perkembangan motorik halus (p<0,05). Sementara untuk perkembangan motorik kasar balita, faktor yang berhubungan adalah asupan zat besi, status gizi berdasarkan indeks BB/TB dan stimulus (p<0,05). Luaran wajib penelitian berupa publikasi pada Jurnal Nasional Sinta 2 (Jurnal Kesehatan).
Pemecahan masalah perkembangan motorik pada balita dilakukan dengan menggunakan studi kuantitatif sehingga didapatkan informasi mengenai faktor yang berhubungan dengan keterlambatan perkembangan motorik pada balita sehingga turut membantu institusi kesehatan.